Sabtu, 02 Juni 2012

alun alun kota banjar


ALUN-ALUN KOTA BANJAR

kawasan alun-alun kota Banjar
Memasuki bulan Ramadhan istilah ngabuburit sangat erat sekali. Ngabuburit adalah mengisi waktu di sore hari (ba’da Ashar) dengan berbagai jenis kegiatan, biasanya berupa hiburan,jalan2 atau nongkrong sembari menunggu waktu berbuka shaum.
Di Kota Banjar kegiatan ngabuburit paling populer adalah jalan2 ke Alun-alun kota, sekedar membeli jajanan kuliner khas Ramadhan yang biasanya makanan untuk santap berbuka. Ada banyak jajanan disana biasanya diserbu oleh anak-anak, ada cimol, batagor, chakue, basgor,siomay, bakso, tempura, cireng, martabak, gorengan, macam2 es dan kolak,dbl. Selain makanan disini juga ada beberapa pedagang yang menjajakan pakaian, sandal,mainan,  aksesoris2. Dengan banyaknya pedagang dan pembeli tentu saja suasana disini seperti di pasar.
suasana jual beli
Yang datang ke Alun-alun kota tidak hanya untuk jajan saja. Bagi para abg biasanya alun-alun digunakan untuk sekedar mejeng dan jalan-jalan. Selain itu bagi remaja-remaja yang punya sense of ROHIS biasanya mereka berbelok ke Masjid agung Baiturrahman, setiap bulan Ramadhan biasanya pihak DKM bekerjasama dengan MUI dan FKPM (Forum Komunikasi Pelajar Muslim) mengadakan kajian-kajian Islam yang biasanya diikuti oleh para remaja mulai dari SMP sampe SMA.
Masjid Agung
Terus bagi yang dompet rada tebal, biasanya mereka shoping ke Toserba Padjajaran. Disini lumayan lengkap bagi yang ingin belanja fashion, kebutuhan rumah, foodcourt, atau arena bermain.
Toserba Pajajaran
Di sekitar alun-alun juga suka banyak komunitas-komunitas remaja berkumpul. Sepemantauan saya biasanya komunitas motor, komunitas sepeda biasanya menjejerkan kendaraannya diparkir di bahu jalan atau trotoar, biasanya mereka nongkrong di sekitaran POM Bensin.
0 kilometernya Kota Banjar
Setiap sore hari warga kota Banjar memang tumpah ruah ke pusat kota,khususnya alun-alun kota. Kendaraan yang terparkirpun membludak sampai-sampai memakan badan jalan. Para tukang parkirpun tidak ketinggalan mendapat untung di bulan Ramadhan, baik yang resmi maupun yang abal2. Mereka semua menikmati berkahnya bulan Ramadhan. Sirkulasi rupiah di lokasi ini memang pesat, tidak memandang stara sosial, mereka saling membaur.
ramai sekali
banyaknya kendaraan yang terparkir sampai memakan badan jalan
Suasana yang ramai ini, tentu memaksa satuan polisi lalulintas harus ikut mengamankan jalanan, dan mengatur arus lalu lintas. Salut pokonya kepada kepolisian kota Banjar, bila keadaaan kota sangat ramai biasanya mereka turun ke jalan untuk melancarkan lalu lintas. Ini hampir di semua spot kota, biasanya di persimpangan-persimpangan baik yang bersinyal maupun tidak. Kadangkala suka ada anak-anak pramuka membantu polisi untuk mengatur lalu lintas.
Para pak polisi sedang mengatur dan mengamankan arus lalu lintas
Selain mengerahkan para polisi , biasanya memasuki waktu sore hari jalanan kota banjar di buat satu jalur di beberapa ruas jalan. Seperti di sebagian ruas jalan Perintis kemerdekaan, jalan Merdeka, jalan Gudang. Hal ini diberlakukan tidak lain untuk menguraikan keramaian/mengurangi konflik lalu lintas.
Jalan dibuat satu jalur untuk mengurangi kemacetan
Di bulan Ramadhan beberapa komunitas dan perusahan-perusahaan biasanya melakukan kegiatan sosial di sekitar alun-alun dengan konser musik amal, konser nasyid, dan membagi-bagikan makanan untuk berbuka. Nah kalo yang bagi-bagi makanan mereka sampai turun ke jalanan di lampu merah. Sungguh kegiatan yang positif.
Yah, inilah sebagian cerita tentang Alun-alun kota Banjar, setiap orang pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda tentang “NGABUBURIT”
Pendopo Kota sedang diadakan peringatan nuzulul qur'an (16 Agustus 2011)
0 kilometernya Kota Banjar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar